Ruang Observasi 16: Perkenalan dengan Konsep the Social World of Classroom

Frase the social world of classroom saya termukan pertama kali dalam sebuah artikel yang dikirim oleh academia melalui surel. Kebetulan saya berlangganan surel tanpa biaya dari http://www.academia.edu/, yang memungkinkan saya mendapatkan kiriman surel artikel-artikel hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu.

Artikel berjudul Mapping the Social World of Classroom: A Multi-Level, Multi-Reporter Approach to Social Processess and Behavioral Engagement tersebut ditulis oleh Ha Yeon Kim dan Ellise Capella. Kim merupakan mahasiswi pascasarjana Harvard Graduate School of Education (https://www.gse.harvard.edu/), yang menulis disertasi doctoral di bawah bimbingan Capella dari Departement of Applied Pscychology New York University. Artikel ini terbit di American Journal of Community Psychool pada tahun 2016.

Konsep the social world of classroom menarik perhatian saya karena dalam pengalaman saya mengajar ada faktor lain yang sering luput dalam proses pembelajaran. Selama ini saya selalu memusatkan perhatian pada bagaimana strategi mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan akademik siswa. Atau bagaimana supaya fisika yang demikian rumit karenadi penuhi dengan berbagai macam formula matematis bisa lebih mudah dipahami. Juga pada bagaimana agar proses pembelajaran berlangsung menyenangkan, tidak hanya berpusat pada guru melainkan juga pada siswa melalui berbagai macam kegiatan demonstrational, observasional dan eksperimental.

Tetapi tetap saja selalu ada kelompok siswa yang tertinggal di satu sisi dan kelompok siswa yang terlampau unggul di sisi lain. Kelompok pertama akan mengabaikan apapun yang saya sampaikan karena tidak ada makna sama sekali yang mereka pahami, sementara kelompok kedua berlari sekencang-kencangnya melibas semua tantangan yang saya berikan.

Kemudian saya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak banyak dipelajari siswa di dalam ruang kelas karena terlalu sibuk pada pembelajaran. Yaitu pengetahuan tentang kelas sebagai sebuah ruang sosial di mana di dalamnya terjadi sebuah interaksi, yang pada gilirannya juga akan terjadi pembelajaran satu sama lain. Karena bagaimanapun juga pembelajaran dalam konteks sosial tidak harus selalu tentang konten kurikulum. Mememinjamkan alat tulis kepada teman adalah bagian dari pembelajaran. Menjelaskan sesuatu yang sudah dipahami kepada teman yang belum memahami adalah juga pembelajaran.

Konsep the social world of classroom yang saya saya pahami dari artikel tersebut menekankan dua aspek konteks sosial dalam ruang kelas, yaitu individual relationship dan classroom quality. Dalam penelitian yang dilakukan Kim dan Capella, kedua aspek ini jika dipadukan dengan baik akan mempengaruhi behavioral engagement siswa dalam proses pembelajaran.

Relasi Individu dalam Ruang Kelas

Setidaknya ada dua tipe relasi yang dibangun seorang siswa di dalam ruang kelas, yaitu relasi dengan guru dan relasi dengan teman sebaya. Kedua relasi ini bisa dibangun secara positif maupun negaitf. Hubungan yang positif antara seorang siswa dengan guru ditandai dengan kedekatan, di mana siswa merasa nyaman bernteraksi dengan guru. Sedangkan hubungan yang negatif ditandai dengan munculnya konflik dan kurangnya kesesuaian antara siswa dengan guru.

Hubungan dengan teman sebaya dalam konteks ruang kelas dapat dilihat dari sudut pandang teori capital sosial. Secara sederhana teori ini menyatakan bahwa hubungan sosial yang terjalin antar siswa memungkinkan informasi dan sumber daya mengalir dan membentuk modal sosial, yang pada gilirannya menyediakan sumber daya psikososial dan akademik yang dapat meningkatkan pencapaian akademik siswa.

Interaksi Sosial dalam Konteks Classroom Quality

Dalam artikel tersebut disebutkan definisi quality classroom sebagai effectiveness of the emotional, instructional, dan behavioral interaction in the classroom. Dari definisi ini setidaknya ada tiga faktor interaksi yang mempengaruhi kualitas ruang kelas, yaitu interaksi emosional, interaksi instruksional, dan interaksi perilaku.

Interaksi emosional bisa diwakili dengan apakah siswa merasa diterima sebagai bagian dari ruang kelas, apakah siswa merasa aman di dalam ruang kelas, dan sebagainya. Interaksi instruksional bisa ditandai dengan upaya guru membantu siswa yang kesulitan dengan tugas, upaya guru untuk tidak memberi label negatif ketika siswa keliru melakukan tugas, dan sebagainya. Interaksi perilaku bisa ditandai dengan memberi apresiasi ketika ada yang melakukan hal positif, memberi masukan positif ketika ada yang melakukan kesalahan, dan sebagainya.

Classroom quality dipercaya dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa yang secara individu memiliki kualitas hubungan tidak baik dengan guru. Dalam ruang kelas di mana siswa diarahkan untuk melakukan kegiatan bersama dengan rekan sebaya, terbuka kemungkinan bagi siswa tersebut untuk membangun hubungan dengan rekan-rekannya. Sehingga seperti yang dinyatakan oleh teori sapital sosial, siswa yang tidak bisa mengakses pengetahuan melalui guru dapat mengakses pengetahuan melalui modal social yang dibentuk oleh kelompok.

Social World ofClassroom dalam Konteks Pesantren

Saya penasaran dengan bagaimana konsep ini jika diterapkan di dalam ruang kelas dalam lingkup pesantren, di mana semua siswa hidup bersama selama 24 jam. Dengan asumsi bahwa dunia sosial mereka di dalam kelas diperluas hingga ke lingkup kehidupan sehari-hari, tentu ada aka nada efek yang lebih besar dibanding dengan ruang lingkup siswa yang hanya di ruang kelas dan sekolah kemudian pulang ke rumah masing-masing. Tetapi untuk mengetahui hal tersebut perlu ada kajian empiris dengan analisis statistik yang tidak saya pahami.

Untuk saat ini cukuplah saya mengetahui. Besok lusa semoga bisa dikaji dan dijadikan konsep unggulan SMP dan Pesantren Bumi Cendekia.  


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s