Tirakat Sukolilo [#9]: Conditional Sentences dan Tabiat Manusia yang Gemar Berandai-andai

If I were you, holding the world right my hand. [Hoobastank, If I were You]

 

Modal auxiliaries memiliki banyak makna, salah satu yang paling umum digunakan adalah untuk menunjukkan sesuatu yang bersifat potensial atau tidak pasti. Sesuatu yang potensial berarti sesuatu yang akan atau tidak akan terjadi. Ia berkaitan dengan masa depan. Oleh karena itu, di dalam modal auxiliaries dikenal conditional sentences, kalimat pengandaian.

If I have money, I will buy a new car.

Dari sudut pandang keagamaan, andai-andai semacam ini, yang jika diteruskan akan melengahkan sseorang dari mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penting hari ini, adalah andai-andai kosong yang dibisikkan oleh setan. Menurut Quraish Shihab, setan mencuri umur manusia dengan cara membuat manusia lalai tentang hari ini sampai usianya habis. Beliau membuat ilustrasi sebagai berikut:

Seorang anak berkata: “Kalau aku remaja…” Yang remaja berkata: “Kalau aku kawin…” Yang berkeluarga berkata: “Kalau aku tua atau pensiun…” dan, ketika hari tua datang, manusia ingin kembali muda dan kanak-kanak, tetapi ajal sudah menantinya.

Maka dari itu mari kita renungkan salah satu dari sekian banyak sumpah iblis ketika terusir dari surga:

Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’rof (7): 16-17]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s